Senin, 29 April 2013

sbk


Pengertian Alat Musik Tradisional

Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang berasal dari berbagai daerah, dalam hal ini di Indonesia. Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Musik ini menggunakan bahasa, gaya, dan tradisi khas daerah setempat. Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari berbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia dicuri oleh negara lain untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia.

Jenis-Jenis Alat Musik Tradisional

1. Berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya, alat musik tradisional dibagi menjadi tiga, yaitu alat musik tradisional melodis, alat musik tradisional ritmis, dan alat musik tradisional harmonis.
a.    Alat Musik Tradisional Melodis
Alat musik melodis merupakan alat musik yang mempunyai nada atau mempunyai irama. Contoh alat musik jenis ini yang juga termasuk alat musik tradisional Indonesia adalah seperti :                                                               1. Angklung

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawabagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

2. Calung
Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).











3. Kolintang
Kolintang adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum. Alat musik ini dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur, bandaran, wenang, kakinik kayu cempaka, dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel.












4. Talempong
Talempong adalah sebuah  alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. 









b.    Alat Musik Tradisional Ritmis
Alat musik ritmis adalah alat musik yang tidak mempunyai nada atau nada yang dihasilkan bukanlah nada tetap, alat musik ritmis mempunyai fungsi sebagai alat musik pengiring dan juga digunakan untuk mengatur tempo lagu. Contoh alat musik tradisional ritmis adalah seperti:                                                     
1.    Tifa
Tifa merupakan alat musik khas Indonesia bagian Timur, khususnya Maluku dan Papua. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas. Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah.








2.    Kendang
Kendang  adalah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu dengan cara dipukul. Kendang yang baik terbuat dari kayu nangka, kelapa atau cempedak. 
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             
c.    Alat Musik Tradisional Harmonis
Alat musik harmonis adalah alat musik yang dimainkan untuk memperindah permainan musik atau digunakan sebagai pengiring lagu atau musik. Dalam musik tradisional, contoh alat musik harmonis adalah:
1. Bonang                                                                                                                             Alat musik bonang adalah salah satu alat musik yang termasuk dalam instrumen gamelan Jawa. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara dipukul atau ditabuh pada bagian atasnya yang menonjol atau disebut dengan pencu / pencon dengan menggunakan dua pemukul khusus yang terbuat dari tongkat berlapis yang disebut dengan sebutan bindhi.   
                                                                                               





                                                                 
2.    Siter
Siter adalah alat musik petik di dalam gamelan Jawa. Cara memainkannya adalah dengan cara dipetik.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

                 















2. Berdasarkan Cara Memainkannya